Fungsi Hati

Laporan ujian
(Fungsi Hati) Form Hasil Analisa

Nama: Contoh(Pria)Jenis Kelamin: PriaUmur: 36
Figur: Berat badan standar(175cm,70kg)Tanggal Ujian: 2013-05-02 17:22

Hasil Pengujian Aktual
Barang pengujianRentang normalNilai Pengukuran yang sebenarnyaHasil pengujian
Metabolisme Protein116.34 - 220.621196,264
Fungsi Produksi Energi0.713 - 0.9920,761
Fungsi Detoksifikasi0.202 - 0.9910,701
Fungsi Sekresi Empedu0.432 - 0.8260,504
Kandungan Lemak Hati0.097 - 0.4190,189
Referensi Standar:
 Normal(-) Abnormal Ringan(+)
 Abnormal Sedang(++) Abnormal Berat(+++)
Metabolisme Protein:116.34-220.621(-)90.36-116.34(+)
 60.23-90.36(++)<60.23(+++)
Fungsi Produksi Energi:0.713-0.992(-)0.475-0.713(+)
 0.381-0.475(++)<0.381(+++)
Fungsi Detoksifikasi:0.202-0.991(-)0.094-0.202(+)
 0.043-0.094(++)<0.043(+++)
Fungsi Sekresi Empedu:0.432-0.826(-)0.358-0.432(+)
 0.132-0.358(++)<0.132(+++)
Kandungan Lemak Hati:0.097-0.419(-)0.419-0.582(+)
 0.582-0.692(++)>0.692(+++)
Parameter Deskripsi
Metabolisme Protein:
Protein yang terkandung dalam makanan dicerna dan diserap oleh usus lalu dikirim ke hati untuk dikonversi dan direorganisasi. Berbagai jenis asam amino hasil konversi oleh hati kemudian dimetabolisme untuk memproduksi berbagai protein yang berguna untuk memenuhi kebutuhan sel tubuh. Hati juga akan mengurai protein yang tak berguna menjadi asam amino, dan kemudian asam amino lebih lanjut diubah menjadi urea lalu dibuang oleh ginjal atau usus. Gangguan metabolisme protein pada pasien dengan penyakit hati dapat berupa penurunan produksi protein hati, penurunan pembentukan urea dan penurunan metabolisme asam amino aromatik. Penurunan pembentukan protein plasma dapat menyebabkan hipoalbuminemia serta asites (pada pasien dengan hipertensi portal)
Fungsi Produksi Energi:
Setelah karbohidrat dicerna, hati akan membawa hasil metabolisme gula tersebut untuk kebutuhan sel dan kemudian mengubah kelebihan gula menjadi glikogen lalu disimpan. setelah makanan berlemak dicerna, hati selanjutnya akan mengkonversi lemak menjadi energi.
Fungsi Detoksifikasi:
Makanan akan menghasilkan beberapa racun dalam proses pencernaan dan proses metabolisme. Hati bersama beberapa enzim di dalamnya melaksanakan proses detoksifikasi (pembersihan) untuk menguraikan zat berbahaya (alkohol dan amonia) menjadi zat tidak berbahaya (seperti karbon urea, air dan CO2) untuk dibuang keluar dari tubuh.
Fungsi Sekresi Empedu:
Empedu merupakan produk akhir dari metabolisme di hati, yang memiliki peran dalam pencernaan lemak dan menyerap vitamin larut lemak A, D, E dan K.
Kandungan Lemak Hati:
Jika lemak dalam hati lebih dari 5% dari berat basah atau lebih dari 1/3 sel hati per satuan luasnya, maka keadaan ini disebut sebagai hati berlemak (fatty liver). Disebut juga sebagai degenerasi lemak yang mengacu pada akumulasi lemak dalam sel hati karena berbagai faktor.
Perlemakan hati paling sering disebabkan oleh tiga hal yaitu obesitas (kegemukan), alkohol, diabetes. Selain itu dapat pula disebabkan karena gangguan metabolisme lemak, obat (drug induced), kehamilan dan sebagainya. Pasien dengan fatty liver sedang atau berat dapat menyebabkan kehilangan nafsu makan, mual, muntah, kelelahan, perut kembung, diare, nyeri perut kanan atas, nyeri bahu, nyeri punggung, dan sebagainya.

Hasil uji atau analisa hanya untuk referensi saja dan bukan sebagai diagnosa.
Bisnis saling asih asah dan asuh